Berikut Rilis Berita Yang Menggerakkan Harga

Pada kesempatan kali ini SgiantFX akan memberikan informasi berbagai rilis berita yang dapat menggerakkan harga secara signifikan. Dalam hal ini biasa di sebut dengan Analisa Fundamental.

Berita ekonomi dalam forex trading adalah sangat penting, karena berita ekonomi merupakan analisa fundamental dan sangat mempengaruhi pergerakan harga suatu currency pairs (pasangan mata uang).

Misal Pada jam 19.00 WIB nanti akan ada berita “Unemployment Change” di Jerman, Maka Berita ini akan mempengaruhi pada pergerakan Pasangan Mata Uang EUR/USD, EUR/GBP, atau semua currency yang berpasangan dengan EURO.

Berikut rilis berita yang menggerakkan harga


Bagaimana cara membaca Arti Berita Ekonomi dan Apa Pengaruhnya pada Forex ?


Berikut Arti dan Cara membaca Berita Forex ;

Unemployment Change adalah sebuah indikator yang mengukur nilai pengangguran selama bulan lalu.
Jika nilai Unemployment Change Amerika (US) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami penurunan.


GDP(Gross Domestic Product) adalah sebuah indikator yang mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Jika nilai GDP Inggris (UK) turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami penurunan.


Retail Sales adalah sebuah indikator yang mengukur pertumbuhan penjualan sektor ritel disuatu negara.
Jika nilai Retail Sales Inggris (UK) naik maka nilai mata uang GBP akan mengalami kenaikan.


Nonfarm Employment Change (Non-farm Payrolls) adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari sekitar 500 perusahaan swasta maupun publik. Berita ini sering menimbulkan kejutan besar bagi para trader maupun investor di Investasi Forex karena naik turunnya pair mata uang yang terkait dengan USD. Jika nilai Non-Farm Employment Change Amerika (AS) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


Unemployment Rate adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah pengangguran yang aktif mencari pekerjaan disuatu negara. Jika nilai Unemployment Rate Amerika naik maka nilai mata uang USD akan mengalami penurunan.


Pending Home Sales adalah sebuah indikator yang menghitung pertumbuhan pemesanan rumah, kondominium dan mini kondominium disuatu negara. Jika nilai Pending Home Sales Amerika (AS) turun maka nilai mata uang USD akan mengalami penurunan.


Nonfarm Productivity adalah sebuah indikator yang mengukur produksi nasional dari barang dan jasa diluar sektor pertanian. Jika nilai Revised Nonfarm Productivity Amerika naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


Unemployment Claims adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah orang yang gagal mendapatkan asuransi pengangguran untuk pertama kali hingga minggu lalu. Jika nilai Unemployment Claims Amerika turun maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


Consumer Price Index (CPI) adalah indikator yang mengukur tingkat kenaikan barang dan jasa yang dikenakan kepada konsumen. Kenaikan harga barang dan jasa pada akhirnya akan meningkatkan inflasi yang pada akhirnya biasanya harus diimbangi dengan menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga dapat memperkuat mata uang negara yang bersangkutan. Jika nilai CPI Kanada naik maka nilai mata uang CAD akan mengalami kenaikan.


Employment Change adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah lapangan kerja yang tercipta disuatu negara pada bulan lalu. Jika nilai Employment Change Swiss naik maka nilai mata uang CHF akan mengalami kenaikan.


Trade Balance adalah suatu indikator yang menghitung ekspor bersih disuatu negara. Nilai Ekspor bersih didapat dari nilai ekspor dikurangi dengan nilai impor.
Jika nilai Trade Balance Inggris turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami pelemahan.
Jika nilai Trade Balance Inggris naik maka nilai mata uang GBP akan mengalami kenaikan.


Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain)
Jika nilai Italy/Germany Industrial Production naik maka nilai mata uang EUR akan mengalami kenaikan.


Current Account adalah sebuah indikator yang menghitung Ekspor Netto (Ekspor dikurangi Impor) dari barang-barang, jasa-jasa, arus pendapatan, dan transfer antar negara. Current Account merupakan laporan akuntansi negara yang cukup relevan terhadap perekonomian. Didalamnya termasuk laporan Trade Balance, dan para trader hanya berfokus pada nilai arus pendapatan dan transfer unilateral saja.
Jika nilai Current Account UK (Inggris) naik maka nilai mata uang GBP akan mengalami kenaikan.


PPI(Producer Price Index) adalah suatu indikator ekonomi yang menghitung tingkat inflasi dari barang-barang yang dibeli oleh produsen atau perusahaan manufaktur(pengolah barang). Jika tingkat inflasi barang dan jasa yang dibeli oleh produsen naik, maka nantinya produsen juga akan menaikan harga barang dan jasa untuk menutup kenaikan harga bahan baku yang telah dibeli. Jika harga barang dan jasa naik maka itulah sebagai awal mula pemicu inflasi dan pemerintah bersama bank sentral akan mencoba menaikan tingkat suku bunga. Jika nilai PPI Amerika (AS) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


Core Retail Sales adalah sebuah indikator yang mengukur pertumbuhan Retail Sales yang nilainya tetap. Nilainya didapat dari nilai Retail Sales dikurangi dengan total penjualan mobil di negara tersebut. Sektor penjualan mobil dinilai tidak tetap nilainya. Jika nilai Core Retail Sales Amerika (AS) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami penaikan.


GDP Final adalah sebuah indikator yang menghitung perubahan nilai barang dan jasa yang dihasilkan disuatu negara dalam suatu periode. Jika nilai Final GDP Amerika (AS) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


ADP Nonfarm Employment Change adalah sebuah indeks yang menggambarkan jumlah lapangan kerja baru yang tercipta pada bulan yang lalu, tanpa memasukan sektor pertanian didalamnya. ADP, sebagai lembaga swadaya yang memberikan solusi terhadap tenaga kerja di AS, mengumumkan indikator ini dua hari sebelum indikator Nonfarm Employment Change dikeluarkan. ADP mengklaim indikator ini adalah indikator terbaik mengenai tenaga kerja dalam Statistik Pemerintahan, tapi para Trader tidak sepenuhnya percaya akan keakuratan dan korelasi indikator ini terhadap nilai mata uang lokal.
Jika nilai ADP Non-Farm Employment Change Amerika (AS) naik maka nilai mata uang Dollar Amerika (USD) akan mengalami kenaikan.


Housing Starts adalah Indikator ekonomi yang menghitung jumlah rumah baru yang dibangun dalam per bulannya. Sebagian besar data surveinya didapat dari aplikasi dan ijin yang diajukan untuk membangun rumah. Indikator yang satu ini biasanya bukan merupakan salah satu penggerak utama market. Namun, karena dapat mendeteksi tren perekonomian, data Housing Starts dianggap sebagai salah satu indikator penting. Penurunan pada Housing Starts menunjukkan melambatnya perekonomian.
Jika nilai Housing Starts Australia naik maka nilai mata uang AUD akan mengalami kenaikan.


Building Permits adalah sebuah indikator yang mengukur pertumbuhan sektor konstruksi perumahan. Data ini merupakan indikator penting mengenai industri konstruksi semenjak peraturan perizinan mulai diberlakukan secara ketat sebelum memulai proses konstruksi.
Jika nilai Building Permits Amerika (AS) turun maka nilai mata uang USD akan mengalami penurunan.


Existing Home Sales adalah sebuah indikator ekonomi yang menghitung jumlah rumah yang terjual pada bulan lalu.
Jika nilai Existing Home Sales Amerika (AS) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Jika nilai Manufacturing Production Inggris (UK) turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami penurunan.


Durable Goods Orders adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah permintaan bahan baku oleh perusahaan manufaktur domestik. Bahan baku yang dipesan adalah bahan baku yang mempunyai umur ekonomis yang lebih dari 3 tahun seperti komponen mobil, komputer, alat-alat berat, dan pesawat terbang.
Jika nilai Durable Goods Orders Amerika (AS) turun maka nilai mata uang Dollar Amerika (USD) akan mengalami penurunan.


New Home Sales adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah rumah baru yang juga telah dijual pada bulan lalu. Jika nilai New Home Sales Amerika (AS) Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.


Reserve Bank of Australia (RBA) Board merelase tingkat suku bunga untuk negara Australia setiap bulan. Kenaikan tingkat suku bunga menimbulkan suatu kejutan besar bagi para investor dan para trader baik sebelum maupun sesudah berita tentang suku bunga direlease.
Jika nilai suku bunga (Cash Rate) Australia tetap maka nilai mata uang AUD akan tetap nilainya.


Commodity Prices adalah sebuah indikator yang mengukur nilai pertumbuhan harga komoditi ekspor.
Jika nilai Commodity Prices Kanada Turun maka nilai mata uang CAD akan mengalami Penurunan.


Schweizerischer Verband für Materialwirtschaft und Einkauf (SVME) Purchasing Manager’s Index (PMI) adalah indikator PMI yang biasa digunakan oleh negara Swiss. PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian. Jika nilai SVME PMI Swiss Turun maka nilai mata uang CHF akan mengalami Penurunan.


Manufacturing Purchasing Manager’s Index (PMI) adalah indikator PMI dari sektor Industri. Sama dengan PMI, indikator ini didapat dari survey terhadap para Manajer Pembelian. Jika nilai Manufacturing PMI Inggris (UK) Turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami Penurunan.


Net Lending to Individuals adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah hutang yang termasuk didalamnya adalah kredit perumahan, kartu kredit dan transfer elektronik. Jika nilai Net Lending to Individuals Inggris tetap maka nilai mata uang GBP akan tetap nilainya.


Institute for Supply Management PMI adalah sebuah indikator yang mengukur tingkat aktifitas manajer pembelian dalam industri manufaktur. Jika nilai ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat (AS) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


Chartered Institute of Purchasing and Supply (CIPS) Construction Purchasing Manager’s Index (PMI) adalah sebuah indikator yang menghitung level aktifitas dari manajer pembelian dari sektor konstruksi. Jika nilai Construction PMI Inggris (UK) naik maka nilai mata uang GBP akan mengalami kenaikan.


Revised GDP adalah sebuah indikator yang mengukur nilai barang dan jasa yang diproduksi disuatu negara. Jika nilai Revised GDP Jepang tetap maka nilai mata uang JPY akan tetap nilainya.


Factory Orders adalah sebuah indikator yang mengukur tingkat pembelian bahan baku dan bahan jadi oleh perusahaan manufaktur domestik/lokal. Jika nilai Factory Orders Amerika Serikat (AS) naik maka nilai mata uang USD akan mengalami kenaikan.


Crude Oil Inventories adalah sebuah indikator yang dirilis mingguan yang mengukur kenaikan persediaan minyak mentah untuk dijual yang dimiliki perusahaan terkemuka di AS. Jika nilai Crude Oil Inventories Amerika Serikat (AS) Naik maka nilai mata uang USD akan mengalami Kenaikan.


Services Purchasing Manager’s Index (PMI) adalah sebuah indikator yang mengukur level aktivitas dari para manager pembelian untuk membeli jasa yang dibutuhkan. Jika nilai Services PMI Inggris (UK) Turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami Penurunan.


European Central Bank (ECB) Governing Council sebagai Bank Sentral Uni Eropa merelease tingkat suku bunga Uni Eropa setiap bulannya. Jika nilai suku bunga (Minimum Bid Rate) Eropa tetap maka nilai mata uang Euro akan mengalami kenaikan.


Institute of Supply Management (ISM) Non-Manufacturing Index adalah sebuah indikator yang mengukur level aktivitas dari para manager pembelian dalam membeli sektor jasa. Jika nilai ISM Non-Manufacturing PMI Amerika Serikat (AS) Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.


Average Hourly Earnings adalah sebuah indikator yang menghitung tingkat inflasi dari jumlah upah yang dibayarkan oleh para pemilik usaha diluar sektor pertanian. Jika nilai Average Hourly Earnings Amerika Serikat (AS) Naik maka nilai mata uang USD akan mengalami Kenaikan.


Ivey Purchasing Manager’s Index (PMI) adalah sebuah indikator yang mengukur level aktifitas dari para manager pembelian dalam mengelola semua sektor perekonomian yang tersedia di Kanada.
Jika nilai Ivey PMI Kanada Turun maka nilai mata uang CAD akan mengalami Penurunan.


Factory Orders adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal. Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar. Jika nilai Jerman Factory Orders Turun maka nilai mata uang Euro akan mengalami Penurunan.


National Institute of Economic and Social Research (NIESR) Gross Domestic Product (GDP) Estimate adalah sebuah indikator teknikal yang menghitung nilai prediksi GDP berdasar data bulan lalu dengan teknik statistik. Jika nilai NIESR GDP Estimate Inggris (UK) Turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami Penurunan.


Bank of England (BOE) Monetary Policy Committee (MPC) mengumumkan tingkat suku bunga nasional setiap bulannya. Jika nilai suku bunga (Official Bank Rate) Inggris (UK) tetap maka nilai mata uang Pound (GBP) akan tetap nilainya.


Bank of Canada (BOC) merelase tingkat suku bunga Kanada sebanyak delapan kali dalam setahun.
Jika nilai suku bunga (Overnight Rate) Kanada tetap maka nilai mata uang CAD akan tetap nilainya.


Crude Oil Inventories adalah sebuah indikator yang dirilis mingguan yang mengukur kenaikan persediaan minyak mentah untuk dijual yang dimiliki perusahaan terkemuka di AS. Jika nilai Crude Oil Inventories Amerika Serikat (AS) Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.


CPI Flash Estimate adalah sebuah indikator yang mengukur nilai perubahan barang dan jasa yang dikenakan kepada konsumen. Jika nilai CPI Flash Estimate Eropa tetap maka nilai mata uang Euro akan tetap nilainya.


KOF Economic Barometer adalah sebuah indikator yang mengukur nilai gabungan 25 index ekonomi utama di Swiss. Jika nilai KOF Economic Barometer Swiss Turun maka nilai mata uang CHF akan mengalami Penurunan.


Raw Materials Price Index (RMPI) adalah sebuah indikator yang mengukur tingkat inflasi (kenaikan harga barang dan jasa) yang dibeli oleh perusahaan manufaktur. Jika nilai RMPI Kanada Turun maka nilai mata uang CAD akan mengalami Penurunan.


Chicago Purchasing Manager’s Index (PMI) adalah sebuah indikator yang mengukur tingkat pertumbuhan bisnis di wilayah Chicago. Indikator ini didapat berdasarkan survey terhadap sejumlah manajer pembelian yang berpendapat tentang naik atau turunnya setiap aktifitas perusahaannya.
Jika nilai Chicago PMI Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.


Crude Oil Inventories adalah sebuah indikator yang dirilis mingguan yang mengukur kenaikan persediaan minyak mentah untuk dijual yang dimiliki perusahaan terkemuka di AS. Jika nilai Crude Oil Inventories Amerika Serikat (AS) Naik maka nilai mata uang USD akan mengalami Kenaikan.


Consumption Indicator adalah sebuah indikator yang menghitung total uang yang dikeluarkan konsumen dalam membeli barang dan jasa. UBS sebagai badan survey ekonomi di Swiss merelease indikator ini tiga bulan sebelum statistik pemerintah direlase. Jika nilai UBS Consumption Indicator Swiss Turun maka nilai mata uang CHF akan mengalami Penurunan.


Net Lending to Individuals adalah sebuah indikator yang menghitung jumlah hutang yang termasuk didalamnya adalah kredit perumahan, kartu kredit dan transfer elektronik. Jika nilai Net Lending to Individuals Inggris (UK) Turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami Penurunan.


Confederation of British Industry adalah sebuah indikator yang mengukur nilai sebaran index dari survey yang dilakukan terhadap sektor ritel dan perdagangan besar. Jika nilai CBI Realized Sales Inggris (UK) Turun maka nilai mata uang GBP akan mengalami Penurunan.


S&P/Case-Shiller US National Home Price Index (HPI) Composite-20 adalah sebuah indikator tahunan yang mengukur harga rata-rata rumah di 20 daerah metropolitan di AS. Jika nilai S&P/CS Composite-20 HPI Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.


Consumer Confidence adalah sebuah index yang mengukur mood konsumen terhadap prospek perekonomian di suatu negara di masa mendatang. Jika nilai CB Consumer Confidence Amerika (AS) Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.


GfK German Consumer Climate adalah sebuah indikator fundamental yang menghitung nilai gabungan index berdasar survey yang dilakukan oleh konsumen. Jika nilai GfK Jerman Consumer Climate Turun maka nilai mata uang Euro akan mengalami Penurunan.


M3 Money Supply adalah sebuah indikator yang mengukur perubahan jumlah uang yang beredar di masyarakat dalam satu periode. Naiknya nilai indikator ini akan membuat trend penurunan terhadap nilai mata uang lokal. Jika nilai M3 Money Supply Eropa Turun maka nilai mata uang Euro akan mengalami Penurunan.


Core Durable Goods Orders adalah sebuah indikator yang menghitung nilai tetap dari Core Durable Goods Orders. Nilainya didapat dari total Durable Goods Orders dikurangi dengan komponen bahan baku untuk sektor Transportasi. Jika nilai Core Durable Goods Orders Amerika (AS) Naik maka nilai mata uang USD akan mengalami Kenaikan.


Revised UoM Consumer Sentiment adalah sebuah indikator yang menghitung nilai tingkat gabungan index yang disurvey kepada konsumen. Jika nilai Revised UoM Consumer Sentiment Amerika (AS) Naik maka nilai mata uang USD akan mengalami Kenaikan.


German Ifo Business Climate Index adalah indikator ukuran yang menggambarkan keinginan perusahaan industri, konstruksi, borongan dan eceran dalam berinvestasi di Jerman. Komunitas yang terlibat telah mencapai 7000 perusahaan yang memprediksi iklim investasi selama enam bulan kedepan. Indeks ini hampir sama dengan ZEW. Indeks IFO berkisar antara -100 sampai dengan 100. Jika nilai German Ifo Business Climate Turun maka nilai mata uang Euro akan mengalami Penurunan.


Zentrum für Europäische Wirtschaftsforschung (ZEW) Expectations adalah sebuah indikator yang menghitung nilai sentimen investor terhadap situasi perekonomian saat ini. Jika nilai ZEW Economic Expectations Eropa Turun maka nilai mata uang EUR akan mengalami Penurunan.


NHPI adalah sebuah indikator yang menghitung nilai perubahan harga rumah baru berdasar data statistik Kanada. Jika nilai NHPI Kanada Turun maka nilai mata uang CAD akan mengalami Penurunan.


Import Price Index adalah sebuah indikator yang menghitung persentase kenaikan harga (inflasi) dari barang-barang yang diimpor. Jika nilai Import Prices Amerika (AS) Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.

Prelim UoM Consumer Sentiment adalah sebuah indikator yang menghitung tingkat index gabungan berdasarkan survey yang dilakukan terhadap konsumen AS. Jika nilai Prelim UoM Consumer Sentiment Amerika Serikat (AS) Turun maka nilai mata uang USD akan mengalami Penurunan.

Blog, Updated at: 03.25

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar atau masukan terhadap materi yang sudah dibahas di atas. Dilarang melakukan SPAM dan promo. Salam Profit